suasana jakarta saat PSBB berlangsung

Sudah dua hari DKI Jakarta menerapkan PSBB atau Pembatasan Sosial Berskala Besar. Ketetapan yang diberlakukan sejak 10 April 2020 tersebut diambil oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sebagai upaya nyata untuk memutus rantai penyebaran Covid-19.

Meskipun sebelumnya Jakarta sudah menyadang status darurat dan melakukan karantina lokal, namun larangan dan pembatasan yang ditetapkan belum maksimal.

Dalam praktiknya, masih begitu banyak masyarakat yang melakukan kegiatan seperti biasa dan tentunya hal itu sangat berbahaya bag kesehatan mereka dan orang-orang sekitar.

Dengan penerapan PSBB ini, ada sejumlah kegiatan yang dilarang serta dibatasi. Apa sajahakah kegiatan-kegiatan tersebut? Yuk simak ulasan lengkapnya di bawah ini.

Hal yang Dilarang Selama PSBB

Sejumlah kegiatan yang sudah teragenda maupun belum teragenda dilarang dilaksanakan selama penerapan PSBB di Jakarta, yakni:

  1. Pertemuan & Perkumpulan

Seluruh pertemuan dan perkumpulan untuk berbagai tujuan dan kegiatan sama sekali tak boleh diselenggarakan:

  • Olahraga
  • Politik
  • Hiburan
  • Akademik, dan
  • Budaya

Beberapa tempat umum pun akan ditutup sementara waktu, dimana fasilitas umum ini kerap dijadikan sebagai tempat pertemuan dan perkumpulan.

  • Taman hiburan
  • Pusat kebugaran, dan
  • Salon
  1. Pendidikan & Pekerjaan

Seluruh sekolah dan tempat kerja di DKI Jakarta wajib diliburkan. Tentunya dengan ketetapan lain sebagai bentukk solusi agar pendidikan dan perekonomian masyarakat tetap berjalan dengan baik.

  • Dengan penerapan peraturan ini, seluruh siswa tetap mengikuti pelajaran namun dengan metode jarak jauh alias kelas online.
  • Sedangkan para pekerja harus diliburkan atau tetap melakukan pekerjaanya dengan metode work from home. Kecuali untuk 8 sektor usaha yang termasuk dalam bagian pembatasan.
  1. Hiburan

Sejumlah tempat hiburan yang disinyalir bisa menjadi tempat penularan Covid-19 pun akan ditutup sementara, seperti:

  • Bioskop
  • Salon kecantikan, hingga
  • Klab malam
  1. Tempat Ibadah

Seluruh tempat ibadah di DKI Jakarta akan ditutup, dan Pemerintah menganjurkan agar masyarakat melakukan ibadah di rumah serta tetap menerapkan social distancing.

Hal Lain yang Dibatasi Selama PSBB DKI Jakarta

Jika beberapa kegiatan dan tempat di atas harus ditutup dan dilarang diselenggarakan, namun beberapa hal di bawah ini hanya mengalami pembatasan dan penurunan skala.

  1. Transportasi Umum

Seluruh transportasi umum baik darat, laut maupun udara tetap diizinkan beroperasi, namun dengan waktu operasi yang dikurangi serta pembatasan untuk jumlah penumpang.

Layanan MRT, LRT, dan Transjakarta hanya beropasi mulai pukul 06.00-18.00 dengan jumlah penumpang terbatas serta tak boleh berdesakan.

Sementara layanan transportasi ojek online hanya diperbolehkan menerima orderan delivery barang atau pengiriman barang.

  1. Transportasi Pribadi

Transportasi pribadi diperolehkan beroperasi, namun dengan syarat bahwa jumlah penumpang tidak lebih dari 50% kapasitas kendaraan.

Semisal mobil dengan kapasitas 4-5 orang, maka jumlah penumpang maksimal 2 orang. Sedangkan untuk kendaraan roda dua, pengendara tak boleh berboncengan.

  1. Pemakaman

Pemakaman jenazah non Covid-19 hanya boleh didatangi oleh maksimal 20 orang. Sementara untuk pemakaman jenazah positive Covid-19 hanya boleh dilakukan tenaga medis dengan APD lengkap dan taka da pelayat satupun.

  1. Media Massa

Kantor media cetak dan elektronik tetap diizinkan beroperasi dengan tetap menerapkan pembatasan-pembatasan tertentu.

  1. Berkerumun

Jika terpaksa harus terjadi kerumuman, maka tak boleh lebih dari 5 orang. Apabila jumlah kerumunan lebih dari itu, maka akan dibubarkan secara paksa oleh Polri/TNI serta mendapatkan tindakan secara hukum.

  1. Pernikahan

Pernikahan hanya boleh dilaksanakan, namun sebatas prosesi akad di KUA dan dilarang menyelenggarakan pesta yang mengundang masyarakat luas. Begitu juga dengan proses khitan yang tetap diperolehkan tanpa penyelenggaraan pesta.

  1. Sektor Lain

Setidaknya ada 8 sektor yang masih diizinkan beroperasi dengan tetap menerapkan social distancing, yakni:

  • Kesehatan, seperti Rumah Sakit, Puskesmas, Apotek hingga toko peralatan medis.
  • Pangan, makanan dan minuman, mulai dari warung tegal hingga restaurant.
  • Energy, seperti pembangkit listrik, unit, dan juga layanan transmisi.
  • Ekspedisi jasa, seperti J&T, JNE, TiKi, Kantor Pos dan lainnya.
  • Distributor bahan bakar minyak, seperti pom bensin.
  • Penyedia layanan internet, penyiaran dan kabel.
  • Bank kantor asuransi, penyelenggara sistem pembayaran dan mesin ATM.
  • Toko bangunan, toko ternak dan pertanian.

Hal-hal yang dilarang dan dibatasi selama PSBB di DKI Jakarta tersebut harus dipatuhi oleh semua masyarakat tanpa terkecuali. Dengan begitu upaya pemutusan rantai penyebaran Covid-19 bisa membuahkan hasil seperti yang diharapkan.

kuis online berhadiah
kuis online