MENGENAL MASJID TERTUA NAN BERSEJARAH DI INDONESIA [Bagian 2] - Referensi Kuis Ramadhan

Hai Milioners, bagaimana puasanya hari ini? Pasti kuat kan… Harus semangat ya, apalagi selama bulan puasa ini kamu akan ditemani oleh Kuis Ramadhan di Kuismilioner.com yang bakal menambah keseruan dalam menjalankan ibadah puasamu.

Pada artikel sebelumnya sudah ada daftar 2 (dua) Masjid tertua dan bersejarah di Indonesia, diantaranya adalah Masjid Darussalam atau Masjid Saka Tunggal dan Masjid Wapauwe yang berada di timur Indonesia. Nah, di artikel kali ini akan kita lanjutkan pembahasan mengenai Masjid tertua yang berdiri di Indonesia.

3. Masjid Ampel

Terdapat di kelurahan Ampel, Masjid Ampel merupakan sebuah masjid kuno yang terletak di kecamatan Semampir, kota Surabaya, Jawa Timur. Masjid yang sampai saat ini kokoh berdiri menjadi salah satu objek wisata religi di kota Surabaya, memiliki keunikkan tersendiri tentunya. diantaranya adalah sudah tentu dikatan unik karena Masjid ini termasuk salah satu masjid tertua di Indonesia. berdiri sejak zaman kerajaan Majapahit.
Pada masa itu, Kompleks Masjid Ampel dibangun Raden Rahmatullah atau Raden Rahmat yang terkenal dengan sebutan Sunan Ampel, setelah Beliau mendirikan masjid dan pesantren di daerah Kembang Kuning dan telah mendapat izin dari raja Majapahit untuk tinggal dan berdakwah di Surabaya.

Keunikkan lain dari masjid tertua ini adalah dibangun dengan gaya arsitektur Jawa kuno dan nuansa Arab yang Islami, selain itu dikelilingi oleh bangunan berarsitektur Tiongkok dan Arab disekitarnya. Disamping kiri halaman masjid, ada sebuah sumur yang diyakini oleh masyarakat merupakan sumur bertuah, biasanya digunakan oleh mereka yang meyakininnya untuk penguat janji atau sumpah, wallahualam.

perlu diketahui pula, pendiri masjid ini yakni Sunan Ampel, diperkirakan lahir tahun 1401 di Champa, Kamboja. Sunan Ampel adalah keturunan dari Ibrahim Asmarakandi. Salah satu Raja Champa yang yang kemudian menetap di Tuban, Jawa Timur. Beliau amat sangat berjasa dalam menyebarkan ajaran agama Islam di tanah Jawa. Adapun masjid ini berdiri, disebutkan pada tahun 1421 namun ada pula yang berpendapat bahwa Masjid Ampel dibangun pada tahun 1450.
Dalam hal arsitekturnya, Masjid ini memiliki arti simbol atau arti disetiap sudut disainnya. Seperti terdapat gapura di sekeliling Masjid Sunan Ampel yang memiliki simbol rukun Islam. dalam kawasan komplek masjid ini, terdapat lima gapura (pintu gerbang), diantaranya gapuro munggah, gapuro poso, gapuro ngamal, gapuro madep, dan gapuro paneksen. Gapura Munggah adalah simbol dari Rukun Islam yang kelima, yaitu Haji. dari Gapuro Munggah, kita akan melewati Gapuro Poso (Puasa) yang terletak di sebelah selatan masjid. Gapuro Poso memberikan kesan dan suasana di bulan Ramadhan tepat seperti yang tengah kita jalankan pada saat ini. Setelah dari Gapuro Poso, kita akan masuk ke halaman masjid. Bangunan masjid yang megah serta menara yang menjulang tinggi akan tampak pada halaman ini. Menara yang tetap kokoh berdiri tersebut masih asli.

Setelah Gapuro Poso, selanjutnya terdapat Gapuro Ngamal (Beramal). Gapura ini sebagai simbol rukun Islam yang ketiga, yaitu zakat. Di sini kita bisa bersedekah yang mana hasilnya akan dipergunakan untuk perawatan masjid dan makam yang terdapat di komplek masjid ini. Gapuro Madep adalah Gapuro yang akan ditemukan setelah melewati Gapuro Ngamal, yang posisinya persis berada di sebelah barat bangunan pusat masjid. Gapuro ini adalah simbol rukun Islam yang kedua, yaitu Shalat dengan menghadap (madep) ke arah kiblat.
Gapuro Paneksen adalah Gapura kelima sekaligus merupakan pintu gerbang masuk ke makam, Gapuro Paneksen adalah simbol dari rukun Islam yang pertama, yaitu Syahadat. Paneksen memiliki arti ‘kesaksian‘ diambil dari arti Syahadat, yaakni bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah.
Selain 5 gapura, Masjid Sunan Ampel memiliki 16 tiang penyangga yang semuanya berbahan asli kayu jati dengan tinggi kurang lebih 17 meter dan diamater 60 sentimeter.

Hingga sampai saat ini, keunikan arsitektur yang dimiliki masjid ini masih masih terus diletasrikan keasliannya. Setiap harinya di kompleks Masjid Sunan Ampel, banyak orang yang melakukan kegiatan ziarah ke makam Sunan Ampel beserta keluarganya sekaligus masjid tertua yang ada di Surabaya ini.

4. Masjid Agung Demak

Terletak di desa Kauman, Jalan Raya Sultan Fatah No.57 Kecamatan Demak, Kabupaten Demak, Jawa Tengah. Pada tahun 1995, Masjid Agung Demak pernah dicalonkan untuk menjadi Situs Warisan Dunia UNESCO.

Seperti pada Masjid Ampel, Masjid ini didirikan lewat campur tangan Para Wali Songo. Masjid Agung Demak memiliki nilai sejarah yang tinggi, dimana banyak dipercayai pernah menjadi tempat berkumpulnya para ulama (wali) yang pada masa itu menyebarkan agama Islam di tanah Jawa. Raden Patah sebagai raja pertama Kesultanan Demak, perkiraan sekitar abad ke-15 Masehi adalah tokoh pendiri Masjid Agung Demak.

Raden Patah bersama Sembilan Wali (Wali Songo) mendirikan masjid yang karismatik ini dengan memberi gambar serupa bulus (sejenis kura-kura). Seperti halnya bangunan – bangunan tua lainnya, masjid ini memiliki arti khusus di dalamnya. Gambar bulus tersebut memiliki nama Candra Sengkala Memet, dengan arti Sarira Sunyi Kiblating Gustiyang bermakna tahun 1401 Saka. Gambar bulus terdiri atas kepala yang berarti angka 1 (satu), 4 kaki berarti angka 4 (empat), badan bulus berarti angka 0 (nol), ekor bulus berarti angka 1 (satu). Dari simbol ini diperkirakan Masjid Agung Demak berdiri pada tahun 1401 Saka. Masjid ini didirikan pada tanggal 1 Shofar dalam hitungan penanggalan Islam.
Berbicara mengenai makna arsitekturnya, Struktur bangunan masjid ini mempunyai nilai historis dan arsitektur tradisional khas Jawa. Masjid ini mempunyai bangunan induk dan serambi. Disebut saka guru, yauti bangunan induk memiliki empat tiang utama. Dari salah satu tiang utama tersebut ada yang disebut saka tatal karena konon berasal dari serpihan-serpihan kayu. Bangunan serambi merupakan bangunan terbuka. terdapat Saka Majapahit penyebutan untuk atapnya yang berbentuk limas dengan ditopang delapan tiang. Atap berbentuk limas ini terdiri dari tiga bagian yang menggambarkan ; Iman, Islam, dan Ihsan. Di Masjid ini juga terdapat “Pintu Bledeg”, mengandung candra sengkala, yang dapat dibaca Naga Mulat Salira Wani, dengan makna tahun 1388 Saka atau 1466 M atau 887 H menandakan Masjid ini mulai dibangun.

Masjid Agung Demak memiliki kompleks di dalamnya, terdapat beberapa makam raja-raja Kesultanan Demak termasuk di antaranya adalah Sultan Fattah yang merupakan raja pertama Kasultanan Demak sekaligus pendiri masjid, serta terdapat makam para abdinya. Tak hanya makam yang bisa ditemui, kompleks masjid ini juga terdapat Museum Masjid Agung Demak, yang berisi berbagai hal mengenai sejarah Masjid Agung Demak.
Dalam sejarahnya menyebutkan bahwa Masjid Agung Demak selesai dibangun pada tahun 1479 M. Sejak pertama kali dibangun, Pada tahun 1984, Masjid Agung Demak baru sekali direnovasi. Hingga sampai saat ini, Masjid Agung Demak selalu mendapat kunjungan dari masyarakat yang ingin berziarah ataupun wisata religi. Baik itu dari lokal maupun mancanegara.

Masjid yang tergolong tua memang menyimpan banyak perjalanan sejarah yang perlu kamu ketahui, betapa besar nilai sejarah yang terkandung dari setiap berdirinya masjid tersebut. Dari keunikkan dan perjalanan sejarah yang dimilikinya, mungkin suatu saat kamu tertarik untuk bisa berkunjung ke salah satu bangunan masjid tertua di Indoneisia. [Bersambung]

kuis online berhadiah
kuis online berhadiah